Showing posts with label Achmad Chodjim. Show all posts
Showing posts with label Achmad Chodjim. Show all posts

Thursday, August 20, 2015

Jual Buku Sunan Kalijaga Mistik dan Makrifat oleh Achmad Chodjim

Sunan Kalijaga Mistik dan Makrifat oleh Achmad Chodjim
Harga : Rp 55.000
tebal : 371 hlm
Penerbit : Serambi

Sunan Kalijaga, alias Raden Syahid. Dia seorang putra tumenggung. Tetapi dia tidak mau mewarisi kekuasaan dari ayahandanya. Justru dia memilih menjadi pegiat spiritual Islam di Tanah Jawa, yang pada akhirnya oleh Dewan Wali Sanga, dia diangkat sebagai salah satu anggotanya untuk menggantikan Syekh Subakir yang kembali ke Persia. Namanya akrab di telinga Islam Jawa. Dan, nyatanya dialah satu-satunya Wali yang bisa diterima oleh berbagai pihak, baik oleh mutihan atau abangan, santri atau awam.

Banyak buku mengungkapkan kisah Sunan Kalijaga. Sebatas kisah hidupnya belaka. Buku yang ada di hadapan Anda ini tidak bertutur kata tentang kisah Sunan Kalijaga. Meski kisahnya banyak diketahui orang, tapi tak banyak orang yang tahu tentang ajaran yang dibawanya. Nah, yang dikemukakan dalam tulisan ini adalah kupasan tentang ajaran dan kearifannya. Anda akan tahu bahwa banyak praktik-praktik agama Islam di Nusantara, khususnya di Jawa, berasal dari Sunan Kalijaga.

Ada sebuah doa bahasa Jawa yang masih diamalkan oleh orang-orang Islam di Nusantara. Khasiat doa ini untuk menolak bala. Menyingkirkan penyakit. Mengusir hama dan penyakit tanaman. Membebaskan diri dari jeratan hutang. Bahkan untuk melindungi diri dalam pertempuran. Itulah doa Rumeksa ing Wengi. Sebuah doa yang disusun oleh Sunan Kalijaga. Sunan pun melakukan dakwah dengan pendekatan budaya. Mungkin Anda pernah mendengar Gerebeg Mulud dan Sekaten. Itulah cara-cara Sunan Kalijaga untuk mengajak orang lain masuk agama Islam.

Dalam Islam wasilah merupakan cara mendekatkan diri kepada Tuhan. Cara yang ditempuh seseorang untuk sampai kepada-Nya. Namun, bentuk wasilah itu diperdebatkan kebenarannya oleh para ulama. Sunan tak hendak berdebat masalah teologi. Tapi dia memberikan contoh wasilah ala Jawa. Yang jika dipelajari ternyata menyentuh hakikat keislaman. Sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap para nabi, sahabat dan keluarga Rasul. Sunah Rasul pun tidak sesempit sebagaimana yang kita kenal selama ini. Bahkan diwujudkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari secara nyata, misalnya penggunaan baju takwa.

Diri manusia juga dikupas dengan sisi pandang yang berbeda. Mungkin Anda pernah dengar Sedulur papat kalima pancer, saudara empat yang pusatnya adalah Diri manusia. Itulah ajaran makrifat Islam. Di situ keimanan dalam Islam bukan semata-mata dipandang sebagai kepercayaan, tapi oleh Sunan diamalkan untuk membangkitkan Sang Pribadi. Agar dapat kembali dengan sempurna ke Hadirat-Nya.

Syariat, tarekat, dan hakikat dirajut menjadi satu. Dirajut menjadi makrifat dalam bentuk mistik Jawa. Sehingga agama tidak sekadar menjadi formalitas kehidupan. Tapi menjadi bagian kehidupan itu sendiri. Mistik dan makrifat yang umumnya dipandang sebagai klenik [dalam pengertian negatif], oleh Sunan diolah menjadi ajaran yang bermakna bagi kehidupan. Selamatan pun tak ketinggalan. Jika selama ini selamatan hanyalah tradisi yang tidak diketahui maksudnya, maka dalam buku ini makna dari selamatan sehari hingga seribu hari itu disajikan dengan bahasa yang sederhana. Karena hakikat kebenaran itu satu. Maka, dengan satu ikatan yang benar, yang juga disebut tauhid, itulah seseorang menghadap ke Hadirat Tuhannya.

Yang terakhir mengenai reinkarnasi atau dilahirkan kembali. Banyak yang salah paham tentang ajaran ini. Dikiranya ajaran menitis atau dilahirkan kembali itu pengaruh dari ajaran Hindu atau Buddha. Itulah hikmah Islam yang diambil oleh Sunan. Hikmah yang ditemukan di Jawa. Sebagaimana pesan Rasul, hikmah adalah barang orang mukmin yang hilang, maka ambillah di manapun hikmah itu ditemukan! Memang benar, ajaran reinkarnasi itu ada di Hindu dan Buddha. Tapi, sebelum kedua agama itu masuk Jawa, hikmah tentang reinkarnasi itu sudah ada di ajaran Jawa. Oleh Sunan Kalijaga ajaran reinkarnasi ini dipadukan dengan konsep kebangkitan dari Islam.

Thursday, July 30, 2015

Jual Buku Kekuatan Takwa; Mati sebagai Muslim Hidup sebagai Pezikir oleh Achmad Chodjim

Kekuatan Takwa; Mati sebagai Muslim Hidup sebagai Pezikir oleh Achmad Chodjim
harga Rp 50.000
tebal 344 hlm
ukuran 13 x 20.5 cm
tahun 2014
penerbit Serambi
 
Di mata Tuhan tak ada kelebihan suatu bangsa terhadap bangsa lain, suatu keluarga terhadap keluarga lain. Mereka diciptakan agar bisa saling mengenal. Dan, yang lebih mulia di sisi Tuhan adalah yang lebih bertakwa. Nilai kemuliaan seseorang terletak pada ketakwaannya.Namun, Alquran tidak memberikan definisi tentang takwa. Alquran hanya memberikan patokan-patokan tentang perbuatan yang lebih dekat pada takwa. Salah satunya QS al-Ahzâb [33]: 35.Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang qânit, laki-laki dan perempuan shâdiq, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang mutashaddiq, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak berzikir kepada Allah; maka Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang agung.Selain menegaskan kesetaraan jender, dalam ayat ini penulis mengungkap jenjang ketakwaan dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi, yaitu dari menjadi diri muslim hingga diri yang hidup meditatif (pezikir).Buku ini mengajak kita berperan serta dalam upaya memberdayakan umat dengan meningkatkan kualitas ketakwaan kita. Bangkit sebagai umat yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Umat yang bisa memberikan keteduhan bagi semua pihak. Umat yang mengerti hak hidup orang lain. Umat yang mampu memberikan kehidupan di bumi ini. Hanya dengan jalan beriman dan bertakwa secara konkret, Tuhan semesta alam akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi kepada hamba-hamba-Nya (QS 7: 96).

Thursday, July 23, 2015

Jual Buku Syekh Siti Jenar: Makrifat dan Makna Kehidupan oleh Achmad Chodjim

Syekh Siti Jenar: Makrifat dan Makna Kehidupan oleh Achmad Chodjim
harga Rp 60.000
penerbit Serambi
 
Syekh Siti Jenar. Ia juga akrab dipanggil Syekh Lemah Abang. Ketinggian ilmunya mengundang curiga. Wali-wali sepuh yang mengajarnya menyangka dia punya ilmu sihir. Padahal, yang muncul tiba-tiba dan disaksikan oleh santri-santri Giri adalah karamahnya. Tetapi, yang membuat nama Syekh Siti Jenar mencuat bukan semata-mata ketinggian ilmunya, melainkan praktik hidupnya yang egaliter, merasa sama dengan orang lain. Keteladanannya dalam beragama mudah diikuti orang lain. Tak heran bila setiap hari masjid di Pesantren Lemah Abang dipenuhi orang.
 
Melanjutkan buku sebelumnyaSyekh Siti Jenar: Makna Kematianbuku ini bukanlah sejarah hidup Syekh Siti Jenar, melainkan ulasan ajarannya. Jika buku pertama lebih mengulas eksistensi manusia, buku ini akan mengupas tauhid, akhlak, dan makrifat Syekh Siti Jenar.
 
Tauhid yang menjadi landasan pokok dalam beragama ia ajarkan hingga tuntas. Sifat 20 tidak diajarkan sebagai sifat Tuhan semata, tapi juga sifat yang disandang oleh hamba-Nya yang mukmin. Justru di sinilah ajaran Siti Jenar lebih menarik daripada ajaran yang disampaikan oleh para wali lainnya.
 
Rukun Islam dijabarkan sebagai basis perilaku dalam hidup sehari-hari. Muslim sejati tak sekadar mengucapkan syahadat, mengerjakan salat, berpuasa, menunaikan zakat, dan berhaji secara formal. Kalau hanya itu, muslim sulit melepas mentalitas pembangunan yang buruk, mental korupsi dan kolusi. Warisan lama inilah yang hendak diberantas oleh Syekh Siti Jenar.
 
Bagi Syekh, iman bukanlah semata-mata kepercayaan. Iman harus dapat ditransformasikan dalam kehidupan. Iman bukanlah bekal untuk menghadapi kematian sebagaimana kita membawa bekal dalam perjalanan yang jika kita lapar lalu kita makan. Di tangan Syekh, rukun iman melahirkan kemanunggalan iman, sebagai wujud manunggaling kawula klawan Gusti dalam kehidupan nyata di bumi.
 
Rukun Islam dan Iman tidak hanya dipraktikkan berdasarkan olah budi dan cipta. Bila tidak berada di atas kehendak Tuhan, keinginan akan mengotori jiwa.  Hanya bila budi dan cipta telah dipimpin Tuhan, kita akan terlepas dari ketersesatan.
 
Syekh juga mengupas lugas makna sifat Rasul bagi kehidupan kita, rahasia Sasahidan,  dan pandangan revolusioner tentang Hari Akhir.