Sunday, April 26, 2015

Jual Buku Insan Kamil; Ikhtiar Memahami Kesejatian Manusia dengan Sang Khaliq Hingga Akhir Zaman oleh Syaikh Abdul Karim Ibnu Ibrahim Al Jaili

Judul Buku :  Insan Kamil; Ikhtiar Memahami Kesejatian Manusia dengan Sang Khaliq Hingga Akhir Zaman
Penulis : Syaikh Abdul Karim Ibnu Ibrahim Al Jaili
Penerbit : Pustaka Hikmah Perdana
Harga : Rp 90.000 [belum ongkos kirim]
 
Insan Kamil dengan menjadikan “manusia” [mikro – kosmos] sebagai fokus kajian, utamanya Rasulullah Muhammad SAW sebagai inti pembahasan dan icon kesempurnaan – karya “Insan Kamil fi Ma’rifah al Awair wa al Awa’il” ini adalah merupakan buah pemikiran asy Syeikh Abdul Karim Ibnu Ibrahim al Jaili, seorang cerdik cendekia muslim agung kelahiran al Jailan distrik di kota Baghdad [Irak]. Yang hidup antara tahun 767 H – 832 H atau tahun 1366 M – 1430 M. Al Jaili merupakan anak keturunan keluarga sufi agung Syaikh Abdul Qodir al Jailani.

Al Jaili mengistilahkan citra global dengan ‘alam kabir’ [makro – kosmos] sedang manusia disebut ‘alam shaghir’ [mikro – kosmos]. Dengan demikian sejatinya “manusia sempurna” adalah ceminan manifestasi al haq pada Maujudaat [segala wujud] dan insan kamil itulah citra lahir al Haq di alam realitas ini. Untuk mema’rifahi hakekat segala sesuatu itu menurut al Jaili hanya bisa dilakukan dengan jalan Mukasyafah [pengetahuan intuitif], bukan dengan logika.

Al Jaili membagi wujud dengan wujud murni, yaitu inti [dzat] Allah Jallah Jalaalah dan wujud mulhaq bil Adam [suplemen dari ketiadaan] yaitu inti [dzat]-Nya ghoib al ghoib [gaib dalam kegaiban]. Tidak bisa dilihat dengan mata kasat, dinalar logika, dijangkau daya persepsi, namun bisa dilihat melalui tajali-Nya pada segenap maujudaat [segala wujud], sedangkan untuk mengetahui hakekat ma’rifatnya hanya dengan pengetahuan intuitif [kasyf]. al Jaili membagi tajalli [manifestasi] al Haq itu dalam 4 degri [tingkatan], sebagai media tafakkur untuk menggapai ketersambungan kepada al Haq. Adapun 4 degri [tingkatan] tajalli itu adalah :

  1. Tajalli al Afaal [Manifestasi perbuatan] al Haq
  2. Tajalli al asmaa’ [Manifestasi Nama-nama] al Haq
  3. Tajalli as Shifah [Manifestasi Sifat-sifat] al Haq
  4. Tajalli dzat [Manifestasi Inti (Dzat] al Haq

Pada tingkatan manifestasi ini [dzat] ini kata al Jaili, adalah tajalli “dzat murni”, yang wujud kasatnya berupa “Manusia Sempurna” kemurnian dzat itu penurunannya terpusatkan dalam 3 dimensi : Ahadiyah [ke Esa-an], Hawiyah [ke Dia-an], dan Inniyah [ke Aku-an]. Al Jaili juga menuturkan : Manusia sempurna merupakan cermin inti [dzat] ketuhanan, sejalan dengan sabda Rasulullah Muhammad SAW: “Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dalam bentuk citra Diri-Nya”. Manusia sempurna juga cerminan kesejatian inti kemanusiaan. Al Haq menciptakan Muhammad SAW dari Dzat Diri-Nya. Dia menjadikan Muhammad SAW tajalli kesempurnaan, keperkasaan, dan keindahan Diri-Nya. Kemudian Dia menciptakan rahasia semesta alam dari Cahaya Muhammad tersebut. Demikian pula dengan segenap partikel wujud sejatinya adalah Jauhar al Fard [entitas tunggal], selaras dengan sabda Rasul SAW : “Kali pertama yang diciptakan Allah adalah al Qalam [pena]”. Juga hadits Rasul SAW yang lain : “Kali pertama yang diciptakan Allah adalah Akal”. Itulah pendapat & pemikiran Al-Jaili dalam masalah Insan Kamil.

Oleh : Abdullah A. Syihab