Showing posts with label Komunitas Bambu. Show all posts
Showing posts with label Komunitas Bambu. Show all posts

Monday, August 10, 2015

Jual Buku Pemberontakan Nuku; Persekutuan Lintas Budaya di Maluku-Papua Sekitar 1780-1810 oleh Muridan Widjojo

Pemberontakan Nuku; Persekutuan Lintas Budaya di Maluku-Papua Sekitar 1780-1810 oleh Muridan Widjojo
harga Rp 160.000
penerbit Komunitas Bambu

Buku yang semula disertasi di Leiden University ini adalah sejarah perlawanan Pangeran Nuku dari Tidore. Adalah menarik selain tak pernah berhenti memusuhi Belanda, Nuku juga bertempur melawan Sultan Tidore yang dilindungi Kompeni serta para pesaingnya yaitu Sultan Ternate dan Sultan Bacan. Nuku unggul sebab strategi dan kepemimpinannya berhasil membangun komunikasi lintas budaya dengan kelompok pengikutnya yang multietnis dan menjalin persekutuan melewati batas-batas Kerajaan Tidore. Gerakan aliansi kekuatan Nuku jauh menjangkau Maluku dan Papua, bahkan ia mengaitkan perlawanannya dengan dunia global. Nuku memperjuangkan kemerdekaan Tidore secara politik dari Belanda dengan memanfaatkan Inggris. Persekutuan luas itulah yang membuat Nuku sebagai pemberontak berhasil kembali ke tanah kelahirannya dan menjadi sultan tanpa perlawanan yang berarti, serta membangun keunggulan kesultanannya di atas kesultanan-kesultanan lain di Maluku.

Tetapi, selain menguak kehidupan Nuku sebagai politisi jenius dengan sejarah perlawanan terhadap kolonialisme yang kaya warna pada abad ke-18 dan ke-19, penulisnya berhasil juga menguak kehidupan pribadi Nuku. Tercatat dalam sumber kolonial dan lokal Nuku dipujikan sebagai tokoh dengan karakter yang tercerahkan. Untuk menyelesaikan masalah-masalah, Nuku menjalankan sistem temu publik dalam Istana Raja di Waru siang maupun malam. Nuku tidak memelihara selir dan setia pada satu isterinya yang juga sohor cerdas serta sangat membantunya memimpin. Ia ahli beladiri yang humoris serta adil bijaksana. Ancaman dan pengkhianatan yang terus mengikutinya dihadapi dengan tegas. Nuku dalam buku ini muncul sebagai sebuah kisah yang segar dan menantang ihwal pemberontakan terhadap kolonialisme Belanda.

Wednesday, July 29, 2015

Jual Buku Sumatera : Revolusi dan Elite Tradisional Oleh Anthony Reid

Sumatera : Revolusi dan Elite Tradisional Oleh Anthony Reid
Diterjemahkan dari buku berjudul: The blood of the people : revolution and the end of traditional rule in northern Sumatra (Kuala Lumpur, New York : Oxford University Press, c1979)
Jumlah Halaman : xxviii, 385 hal.
harga Rp 100.000
Penerbit Komunitas Bambu
 
Buku ini disebut-sebut sebagai bukti keberhasilan tugas besar sejarawan Anthony Reid menguak revolusi-revolusi sosial paling hebat di Indonesia yang terjadi dan mengguncang Sumatera seiring proklamasi kemerdekaan.
 
Buku ini disebut-sebut sebagai bukti keberhasilan tugas besar sejarawan Anthony Reid menguak revolusi-revolusi sosial paling hebat di Indonesia yang terjadi dan mengguncang Sumatera seiring proklamasi kemerdekaan. Reid mampu menghidupkan suatu narasi dengan kekayaan detail di sekitar peristiwa pertikaian kelas, konflik etnis, bentrokan agama sebagai klimaks sekaligus titik balik yang dramatis dimana kaum bangsawan juga raja-sultan Melayu serta Aceh disapu bersih dan itu menandai dimulainya perputaran sejarah modern di Sumatera. Berdasarkan lusinan wawancara dengan sejumlah saksi mata dan pihak-pihak yang terlibat, sumber-sumber arsip Belanda, Jepang, Inggris, Malaysia serta suratkabar-suratkabar Indonesia, Reid menelusuri akar-akar historis dari abad ke-16 sampai ke-20 sekaligus bagaimana Sumatera menjadi contoh perubahan sosial paling menyeluruh dalam revolusi Indonesia dan dinamisnya Indonesia pada masa perang kemerdekaan Reid mendalami bidang yang kompleks dari periode revolusi sosial di abad ke-20, namun berhasil menggabungkannya ke dalam studi komparatif yang menarik dan berkontribusi besar guna memahami latarbelakang perubahan sosial pada pertengahan abad ke-20 di Indonesia.

Jual Buku Kota Yogyakarta Tempo Doeloe; Sejarah Sosial oleh Abdurrachman Surjomihardjo

Kota Yogyakarta Tempo Doeloe; Sejarah Sosial oleh Abdurrachman Surjomihardjo
harga Rp 50.000
tebal xiii + 278 hal.
penerbit Komunitas Bambu
 
Buku ini memamparkan akar-akar pembentukannya, kehidupan serta proses penyesuaian kelompok penduduk kota kerajaan dengan kolonialisme Belanda yang mulai mencengkram kota itu sejak abad ke-19. Diulas kontak bahkan perbenturan budaya antara kekuatan tradisional dengan kekuatan kolonial yang membawa modernisasi

Tuesday, July 28, 2015

Jual Buku Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi NAZI [Autobiografi Parlindoengan Loebis]

Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi NAZI [Autobiografi Parlindoengan Loebis]
pengantar Harry A. Poeze
tebal xxiv, 293 hal.
ukuran 21 x 14 cm
cetakan tahun 2006
penerbit Komunitas Bambu
harga Rp 60.000
 
Otobiografi Parlindoengan Loebis ini adalah satu-satunya buku yang mengisahkan pengalaman orang Indonesia mengenai masa hidupnya di kamp konsentrasi Nazi. Pembaca dapat mengikuti riwayat hidup Loebis yang diliputi kejadian-kejadian mengerikan dalam gaya penceritaan yang lugas, tidak diperindah secara sastra, namun memperoleh dimensi yang lebih mengerikan lagi menyangkut kehidupannya ketika disekap dalam kamp konsentrasi Belanda yang terkenal kejam di Schoorl dan Amersfoort, dan di Jerman, yaitu di Buchenwald dan Sachsenhausen, sampai kapitulasi Jerman bulan Mei 1945.

Sunday, July 26, 2015

Jual Buku Candu Tempo Doeloe; Pemerintah, Pengedar dan Pecandeh James R. Rush

Candu Tempo Doeloe; Pemerintah, Pengedar dan Pecandu 1860-1910 oleh James R. Rush
Jumlah Halaman : xvi + 296 hlm
Ukuran Buku : 15,5 x 24 cm
harga Rp 95.000
Penerbit : Komunitas Bambu
 
Seluk beluk sejarah panjang penuh madu sekaligus racun dari candu tergambar dalam buku ini. Candu pernah mencengkram selama lebih 50 tahun Hindia Belanda, yaitu pada 1860 sampai 1910. Saat itu mengisap candu merupakan kebiasaan masyarakat yang menyebar luar di Jawa dan perdagangan candu mempunyai dampak mendalam di aspek ekonomi serta politik. Saking luasnya pemakai candu di Hindia Belanda, barang laknat tapi menggendutkan pundi-pundi keuntungan itu selain diproduksi sendiri juga diimpor dari mana saja dan dijual secara bebas seluas-luasnya di bawah monopoli pemerintah. James Rush menjelaskan cara kerja sistem pengedaran candu selama tahun-tahun emasnya itu dengan mengukur pencapaian sosial, ekonomi dan politik termasuk akibat mengerikan dari sistem monopoli dan perdagangan candu di dalam masyarakat koloni yang didominasi Belanda.